Pendakian Gunung Patah Bengkulu (Part 1)

Eiger Adventure mengadakan sebuah event yang bartajuk Ekspedisi 28 Gunung. Jadi intinya, Eiger Adventure tuh ingim memecahkan rekor MURI, di mana terdapat 28 Tim yang akan serempak membacakan Sumpah Pemuda di 28 puncak gunung di Indonesia.

Jadi, gunungnya tuh ada macem – macem, ada gunung yang paling terkenal kayak Semeru, Kerinci, Rinjani, terus juga ada gunung – gunung yang kurang terkenal kayak Pesagi, Binaya, Gandang Dewata, dan termasuk Gunung Patah, dimana saya kebagian di gunung itu.

Gunung patah itu ada di daerah Bengkulu. Ternyata, yang berangkat dari Bandung itu, untuk Tim gunung Patah Cuma dua orang, yaitu saya dan Kang Nana.

Continue reading “Pendakian Gunung Patah Bengkulu (Part 1)”

MAKNA KEGAGALAN RENCANA (SELAYAR, SULAWESI SELATAN)

Seberes dari kegiatan Mountain and Jungle Course yang diadakan oleh Eiger Adventure di daerah Baru, di Sulawesi selatan, saya lalu menetap sejenak di Makasar, di tempat Mapala Tomanurung.

Continue reading “MAKNA KEGAGALAN RENCANA (SELAYAR, SULAWESI SELATAN)”

HATI ADALAH KOMPAS TERBAIK ( GUNUNG MORENO, SULAWESI SELATAN)

Setiap kali saya berada di hutan, kita selalu berpikir untuk menjaga kelestarian alam baik-baik. Tapi, pernahkah kita berpikir untuk menjaga diri kita baik-baik ?

Jadi, ceritanya, saya dapat tawaran dari Eiger Adventure untuk mengikuti kegiatan Mountain and Jungle Course yang diadakan oleh mereka.

Kegiatan ini diadakan di hutan sekitar Gunung Moreno. Gunung Moreno ini ada di mana, sih ? Ternyata di Baru, sekitar empat jam dari Makasar.

Continue reading “HATI ADALAH KOMPAS TERBAIK ( GUNUNG MORENO, SULAWESI SELATAN)”

KITA MANUSIA MERDEKA (PENDAKIAN GUNUNG LAWU)

Manusia terlahir merdeka. Lingkungan menjadikan kita terpenjara. Setelah menginap di perpustakaan kantor penerbit untuk membereskan naskah novel.

Saya kembali mengajak Eki yang kerap menemani perjalanan saya untuk lagi – lagi mendaki gunung. Awalnya Eki menolak. Tentu saja karena statusnya yang masih menjadi tahanan orang tua.

Continue reading “KITA MANUSIA MERDEKA (PENDAKIAN GUNUNG LAWU)”