GUNUNG PESAGI – Lampung #3

Pagi datang di puncak Pesagi, sang surya merangkak naik dari balik awan. Meski bukan sunrise sempurna tapi saya mensyukuri karunia tuhan, yang hadir dalam hangat mentari. Bukan hanya itu, saya pun bersyukur karena tadi malam di beri tidur yang cukup. Tidak seperti di kota yang kerap membuat gelisah dan kurang tidur, dengan segala problematika kehidupan. Gunung selalu berhasil membuat saya terlelap lebih cepat, dan bangun lebih awal. Seorang sahabat pernah berkata “naik gunung tidak akan menyelesaikan masalah apa pun, tapi setidaknya naik gunung bisa membuatmu merasa, setiap masalah yang kau hadapi, tidak ada artinya di bandingkan ke agungan alam semesta. Sekarang saya mengerti maksudnya.

Continue reading “GUNUNG PESAGI – Lampung #3”

GUNUNG PESAGI – Lampung #2

Sekitar pukul 11 pagi, kita memulai pendakian ke Gunung Pesagi. Langkah yang mantap, sempat di hantui benak yang ragu. Setiap kali memasuki hutan belantara, perasaan saya selalu sama “Takut”. Perasaan semacam ini, mirip seperti ketika kita naik panggung dan di tonton banyak orang. Mau semahir atau sesering apa pun, pikiran buruk akan berkemungkinan memenuhi kepala. Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau menyusahkan orang lain? Sebenarnya ketakutan akan sesuatu itu hal yang wajar. Yang terpenting, kita sudah mempersiapkan diri. Dengan berbekal persiapan yang matang, medan yang berat pun Insya Allah dapat di lewati.

Continue reading “GUNUNG PESAGI – Lampung #2”

GUNUNG PESAGI – Lampung #1

Hal yang paling menyebalkan dari petualangan adalah sekali kau terkena racunnya. Kau akan kecanduan. Kau akan mencari cara untuk kembali berkelana, meski harus menumpang mobil, tidur mengemper atau bahkan keluar dari nyamannya rumah dan pekerjaan. Tapi, ketika kau tiba di destinasi impian mu. Kau tau semua pengorbanan itu sepadan. Pada tanggal 13 januari 2020, di temani oleh seorang sahabat, saya berangkat menuju provinsi Lampung. Ini adalah misi pertama dari ekspedisi 33 pendakian yang akan saya jalani untuk beberapa waktu kedepan. Iya, setelah berpikir cukup lama, akhirnya saya memberanikan diri untuk beristirahat dari pekerjaan di dunia panggung, kemudian kembali berdekatan dengan alam. Tapi, saya tidak ingin sekedar naik turun gunung tanpa misi tertentu seperti yang sudah – sudah.

Continue reading “GUNUNG PESAGI – Lampung #1”

Tumbuh dan Berkembang part 2 (Gunung Kembang, Jawa Tengah)

Gunung itu seperti miras, selalu bikin candu. Tapi lebih baik kecanduan di gunung dari pada kecanduan miras. Sambil beristirahat setelah  berjam – jam berjaman mendaki Gunung Kembang. saya pun berbincang dengan mas Rifki. Dia pun bercerita bahwa dia sebenarnya masih kuliah, namun sambil bekerja sebagai porter sekaligus Guide bagi tamu yang ingin naik gunung. Nah, biasanya Rifki ini membantu para pendaki pemula untuk mendaki gunung yang termasuk dalam seven summit Indonesia. Dan baginya asalkan dia bisa bermanfaat untuk orang lain dirinya merasa bangga tersendiri.

Continue reading “Tumbuh dan Berkembang part 2 (Gunung Kembang, Jawa Tengah)”

Tumbuh dan Berkembang part 1 (Gunung Kembang, Jawa Tengah)

Kau tau apa hubungan antara pekerjaan mu, bunga dan kembang? Pekerjaan mu mungkin membuat tabungan mu berbunga tapi pekerjaan mu, belum tentu membuat diri mu berkembang. Pada suatu hari yang mendung tapi tidak kunjung hujan, karena musim baru berganti dan itu membuat cuaca labil, selabil perasaan mu padanya. Saya janjian untuk bertemu dengan seorang sahabat bernama Iqbal, di terminal Cicaheum Bandung. Rencananya kami akan berangkat menuju Wonosobo untuk kemudian mendaki Gunung Kembang. Ketika hari menjelang gelap bus pun berangkat.

Continue reading “Tumbuh dan Berkembang part 1 (Gunung Kembang, Jawa Tengah)”

Perjuangan Sia – Sia part 3 (Arjuno-Welirang, Jawa Timur)

Seorang mentor, pernah bilang “Jika sudah di rasa ragu, lebih baik jangan di lanjutkan. Jadi harus cari jalur alternatif.” Karena penasaran, tim kami bertanya pada tim barengan kami. Apakah sebenarnya mereka sudah pernah lewat sini atau belum? Karena, dari awal mereka pede sekali menuntun kami menuju jalur menuju puncak Arjuno – welirang ini. Ternyata mereka semua baru pertama kalinya ke jalur ini. Loh, kalau seperti itu kenapa dari awal begitu percaya diri. Sudah begitu dari awal juga berulang kali kami tanya dan mereka yakin, bahwa jalannya kesini. Sunrise pun muncul, haduh hati geram sekali dan gemas. 3 jam perjalanan terasa sia – sia.

Continue reading “Perjuangan Sia – Sia part 3 (Arjuno-Welirang, Jawa Timur)”

Perjuangan Sia-sia part 2 (Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur)

Makanan sudah di habiskan, tenda sudah di habiskan nesting sudah di cuci, dan botol sudah di isi saatnya untuk melanjutkan perjalanan untuk mendaki Gunung Arjuno. Tatkala akan berangkat, saya melihat fenomena yang sedikit unik, ada mobil yang melintas di jalur pendakian dan anehnya bisa. Tapi ini sebenarnya mobil apa sih?

Continue reading “Perjuangan Sia-sia part 2 (Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur)”

Perjuangan Sia-sia part 1 (Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur)

Tidak tahu mengapa jadwal panggung saya sepanjang tahun 2019, terbilang cukup padat. Alhamdulillah rezeki. Tapi alangkah sia – siannya jika saya hanya sibuk bekerja tanpa pernah bisa menikmati hidup. Maka saya putuskan, dari kota Batu, sebelum manggung lagi di Jogja, akan saya manfaatkan waktu luang untuk mendaki gunung. Hmm, kira – kira apa ya yang dekat dari Batu? Setelah berpikir, menimbang dan berdialog dengan rekan – rekan yang akan menemani saya mendaki. Rekan – rekan ini yang pernah menemani saya di Karimun Jawa dulu. Yang secara tidak sengaja berkenalan dan berbagi penginapan. Kami pun memutuskan untuk mendaki Arjuno – Welirang saja via tretes. Yang bisa di akses dari kabupaten Pasuruan, tidak jauh dari Malang.

Continue reading “Perjuangan Sia-sia part 1 (Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur)”

Mengundang Bahaya part 2 (Gunung Sumbing, Jawa Tengah)

Mentari kian merangkak turun dari langit. Tapi bagi kami, perjalanan ini tidak bertambah dingin. Sebelas orang sama dengan sebelas canda dan tawa. Apa lagi sepanjang perjalanan Wiranagara menjadi sosok menarik untuk di gali. Setiap kami berbincang, jawaban – jawabannya bisa menghibur sekaligus membuat galau. Ternyata benar, seorang yang membuat mu tertawa terbahak – bahak, bisa berubah menjadi seseorang yang membuatmu menangis tersedak – sedak. Di tengah perjalanan mendaki Gunung Sumbing.

Continue reading “Mengundang Bahaya part 2 (Gunung Sumbing, Jawa Tengah)”

Mengundang Bahaya part 1 (Gunung Sumbing, Jawa Tengah)

Hutan dan gunung mengandung bahaya, tapi kedatangan manusia tanpa persiapan. Sama saja dengan mengundang bahaya. Seberes bekerja dan mencari uang, alih – alih pulang dari Makasar saya malah langsung terbang ke Semarang. Semarang merupakan salah satu titik terdekat ke Wonosobo, karena tidak ada pesawat yang langsung ke Wonosobo. Kenapa Wonosobo? Karena rencananya saya akan mendaki Gunung Sumbing sekaligus melengkapi Triple S. Selametnya sudah, Sindoronya sudah, sekarang Sumbingnya dong.

Continue reading “Mengundang Bahaya part 1 (Gunung Sumbing, Jawa Tengah)”