KE JOGYA 16 JAM DALAM KERETA API #3

sebuah jurnal – Dikarenakan kejadian yang tidak terduga, para penumpang pasrah saja. KE JOGYA 16 JAM DALAM KERETA API #2 para penumpang seperti terdampar di terminal sambil menunggu kedatangan kereta.

Terlambat parah dan memutar

Sesuai jadwal normal seharusnya setelah KA Bogowonto diberangkatkan, KA Tawang Jaya tujuan Semarang Poncol akan berangkat pada pukul 23:00 wib. Tapi, akibat banjir, penumpang KA Tawang Jaya harus menunggu hingga pukul 03:00 wib. Beruntunglah saya karena KA Bogowonto hanya terlambat 3 jam dari jadwal semula.

Pada pukul 00:10 wib, KA Bogowonto dari Lempuyangan tiba di PSE. Kereta tidak dapat langsung dinaiki karena harus dibersihkan dan diisi air terlebih dahulu. Barulah pada pukul 00:45 wib, penumpang dipersilahkan naik. Saya duduk di kereta nomor 2. Sepertinya karena terlambat parah, beberapa penumpang membatalkan perjalanan. Kursi di sebelah dan depan saya pun kosong. Padahal di hari Jumat kursi kosong adalah sesuatu yang hampir mustahil.

(Baca juga: Di Kesunyian (Gunung Kerenceng, Jawa Barat))

Pada pukul 00:52 wib, semboyan 35 dibunyikan dan KA Bogowonto pun berangkat meninggalkan PSE. Ada sedikit lega karena bisa tetap berangkat ke Jogja. Jika perjalanan nanti memakan waktu 10 jam, saya masih tetap bisa menghadiri wisuda dan foto-foto. Teman saya sudah membooking sesi pemotretan pada pukul 14:00 wib. Aman, pikir saya.

Selepas jam dua dini hari, sebelum kereta melintasi Cikampek saya tertidur dan baru terbangun sekitar jam empat pagi. Tapi, ada sesuatu yang aneh. Kereta terasa lebih lambat dan terdengar bunyi gesekan antara roda dan rel gongsol yang banyak dijumpai di daerah pegunungan. Padahal, jika kereta melintasi jalur utara menuju Cirebon, kecepatan kereta pasti di atas 80 km/jam karena lintasannya lurus.

Saya menatap ke luar jendela, mencari tahu bilamana ada stasiun yang dilewati. Tak lama kemudian, kereta melintasi sebuah stasiun kecil bertuliskan “Stasiun Maswati”.

Alamak! Ternyata kereta tidak melewati jalur yang semestinya. Kereta diputar melalui jalur Bandung yang adalah jalur pegunungan, makanya kecepatannya menjadi lambat, berkisar 40 km/jam. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 04:30 wib dan kereta baru melintasi Stasiun Padalarang. Dari Bandung ke Jogja masih terbentang jarak 388 kilometer dan setengah dari lintasannya adalah lintas pegunungan. Perjalanan normal Jogja-Bandung menggunakan KA Lodaya memakan waktu 8-9 jam. Semakin kecil harapan saya untuk bisa menghadiri wisuda dan melakukan foto studio hari itu.

Berlanjut ke KE JOGYA 16 JAM DALAM KERETA API #4