Sepenggal Pengalaman Pertama Naik Pesawat #2

sebuah jurnal – setelah dari taksi Sepenggal Pengalaman Pertama Naik Pesawat #1, kami turun di Halim. Sambil berjalan ku melirik mencari tongkrongan.

Gerimis menyambut saya di Halim. Saya memutuskan untuk duduk sambil ngopi di kafetaria bandara bareng Gunawan, rekan saya yang sama-sama menuju Kualanamu. Meski namanya Gunawan, dia bukan orang Jawa, apalagi artis. Dia adalah orang Batak asli, adik dari mempelai cowok yang pernikahannya akan saya hadiri besok.


(Baca juga: PERJALANAN KE GUNUNG BROMO (Part 1))

Sambil menanti anggota rombongan lainnya yang notabene keluarga mempelai perempuan, saya ngobrol dengan si Gun. Saya baru tahu, ternyata, kami masih harus menempuh perjalanan jalur darat kurang lebih 6 jam dari Kualanamu menuju Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, tempat pesta dilangsungkan. Wah, hampir 24 jam dong saya di jalan?

Akhirnya boarding juga. Buat kamu yang hendak naik pesawat pertama kalinya

Setelah rombongan yang berjumlah 11 orang ini lengkap—termasuk seorang balita dan dan seorang bayi, kami bergegas memulai prosesi naik pesawat terbang. Berdasarkan pengalaman saya yang masih ecek-ecek—by the way, sok banget ya saya, baru dua kali naik udah ngasih tips?— ini dia beberapa tahapan dan tips bagi kamu yang hendak naik pesawat terbang untuk pertama kalinya.

1. Biar bisa memilih seat yang enak, pastikan kamu check-in sedini mungkin

Biasanya, kamu dipersilakan memilih tempat duduk di pesawat pada saat check-in di bandara. Nah, biar kamu mendapat posisi yang nyaman di pesawat, pastikan kamu check-in sedini mungkin. Loket check-in biasanya dibuka 2 jam sebelum keberangkatan dan ditutup 30 menit sebelum keberangkatan.

Pengen kursi yang enak? Bagian tengah di belakang sayap adalah favorit saya. Pemandangannya keren dan goncangan saat trubulensi gak begitu terasa. Oh iya, kamu gak harus memegang bukti fisik tiket untuk bisa check-in, dengan modal foto tiket atau kode booking plus kartu identitas, kamu udah bisa mendapatkan boarding pass dan melenggang ke ruang tunggu keberangkatan.

2. Kamu memang diberi jatah bagasi gratis sekian kilogram. Tapi lebih baik, bawa barang seperlunya aja ke dalam kabin.

Kita memang mendapatkan jatah bagasi gratis di pesawat. Di penerbangan saya, 10 kg untuk bagasi dan 7 kg untuk yang masuk ke kabin. Kalau memang bawaanmu banyak, jangan ragu buat meletakkan sebagian bawaan di bagasi pada saat check-in dan bawa seperlunya aja ke kabin. Tapi, otomatis kamu mesti menunggu barangmu keluar dari bagasi setelah landing.

Saat penerbangan menuju Kualanamu, bawaan saya hanyalah sebuah keril berukuran 40L yang memuat keperluan untuk traveling selama 5 hari. Cukup ringkas, ‘kan? Sementara, saat balik ke Jakarta, bawaan saya nambah lagi, sebuah kardus kecil yang berisi oleh-oleh untuk teman-teman kerja saya di Hipwee. Bawaan saya yang segitu masih bisa masuk ke dalam kabin, kok. Jadi saya gak perlu repot ngantre di conveyor belt untuk mengambil barang yang dititipkan di bagasi pesawat.

3. Tandai dulu barang bawaan berupa oleh-oleh yang masuk ke bagasi, biar gak tertukar dengan penumpang lainnya.

Orang-orang yang naik ke pesawat seringkali membawa barang-barang yang serupa. Seperti halnya saat saya akan boarding di Kualanamu, yang bawa kardus putih berisi bika ambon tuh gak cuma saya, sebagian penumpang juga membawa oleh-oleh yang sama. Biar gak gampang tertukar, lebih baik tandai dulu kardus oleh-olehnya dengan namamu sebelum dimasukkan ke bagasi.

Bersambung ke Sepenggal Pengalaman Pertama Naik Pesawat #3