SERUNYA RAFTING DI KEDAMAIAN RIVER, SABAH #2

sebuah jurnal – Bersambung dari SERUNYA RAFTING DI KEDAMAIAN RIVER, SABAH #1, Kemudian arahan kedua kami bertemu dengan pemandu setempat (saya lupa tanya namanya), ia lalu menjelaskan detail soal aktivitas rafting. Mulai dari cara duduk dalam perahu yang benar, cara memegang paddle atau dayung selama rafting berlangsung hingga cara-cara penyelamatan, termasuk apa yang harus dilakukan bila mengalami perahu kebalik.

Menyimak penjelasan yang sangat detail itu, setibanya saya malah merasa takut sendiri, hahaha. Maklumlah dikarenakan ini pengalaman pertama. Mau malam pertama aja ada rasa deg-deg-an apalagi mau rafting, yaaa…khaaannn!?? Cha,cha,cha,cha.

(Baca juga: GUNUNG BERIUN – Kalimantan Timur #2)

MENGUJI DIRI DI SUNGAI KEDAMAIAN  

Kami pun segera menempati perahu karet berwarna kuning yang telah disiapkan di bibir sungai. Menurut mister Tim, 1 perahu maksimal diisi oleh 6 orang. Saya satu perahu dengan Salman, mba Irene dan mba Evi dan kami di damping oleh instruktur dan mister Tim.   Awal keberangkatan, mata saya teralih karena mengagumi pepohonan yang rindang dan bantaran sungai yang bersih dan tertata rapih.  Sungai Kedamaian – adalah jalur arung jeram kami sepanjang sore tersebut.  Sungai panjang tersebut yang membentang dari kaki gunung Kinabalu hingga ke desa dalam kawasan Belud. Tak heran bila menoleh ke belakang, kami langsung melihat sosok gunung Kinabalu yang bertengger gagah di antara rerimbunan pepohonan.  Pengen banget photo photo dengan latar gunung Kinabalu, apa daya rafting tak bawa kamera…yaaa kaleee sambil ngayuh perahu sambil  cekrek – cekreek!!!.

“Forward!!!”

Teriak mister Tim pada saya dan rekan rekan dalam satu perahu.

Dua perahu lainnya, yang diisi oleh genk pria-pria metropolitan dan genk gadis-gadis belia butuh belaian itu telah jauh berlalu di hadapan kami. Sementara kami, masih tersingut-singut melawan laju air yang seolah mengecoh laju perahu.

Well,  perahu yang saya tumpangi memang ditempati oleh dua instruktur handal sekaligus yang bertugas gahar di bagian belakang perahu. Sedangkan saya dan kak Salman adalah dua sosok yang (maaf kata) tidak terlalu dapat diandalkan. Hah!!.  Padahal, menurut teorinya,  dua sosok yang berada di bagian depan perahu itu justru pihak yang memberi kontribusi besar terhadap laju perahu. Tambah mba Evi dan mba Irene di bagian tengah yang lumayan membantu… ( ya, membantu saat diskusi dalam melajukan perahu sahaja!, hahaha).

Bersambung ke SERUNYA RAFTING DI KEDAMAIAN RIVER, SABAH #3