Tidak Ke Bromo Saat Peak Season, Mengapa? Part.2

sebuah jurnal – Setelah kondisi dengan keramaian orang – orang yang terus berdatangan berkumpul menunggu kehadiran sang mentari hangat pagi. Padahal saat itu kami datang sedikit terlambat, tapi kerumunan orang masih banyak.

3. Sudah Naiknya Antri, Puncak Bromo Jadi Lebih Ramai Dari Pasar.

Ini yang membuat saya lebih kaget lagi, soalnya baru kali ini melihat yang namanya puncak gunung enggak kalah ramainya dengan pasar. Baik tangga naik menuju puncak ataupun puncak Gunung Bromo sendiri. Keduanya penuh dengan deretan manusia. Akhirnya saya harus merambat pelan untuk naik menuju puncak.

Continue reading “Tidak Ke Bromo Saat Peak Season, Mengapa? Part.2”

Tidak Ke Bromo Saat Peak Season, Mengapa? Part.1

sebuah jurnal

Masa liburan akhir pekan ini saya berangkat ke Gunung Bromo, karena diajak pergi bersama selama liburan. Ini merupakan perjalanan kali ke empat menuju ke Gunung Bromo. Saya paling menyenangi mendaki gunung, apalagi itu adalah Gunung Bromo. Diajak jalan, ayo, hahaha! Akan tetapi keberangkatan saya kali ini menuju Bromo di saat musim libuan, yakni musim di mana seabrek – abreknya orang di seluruh Indonesia sedang libur, termasuk menuju ke Gunung Bromo.

Continue reading “Tidak Ke Bromo Saat Peak Season, Mengapa? Part.1”

13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #3

sebuah jurnal – Pengalaman pendakian bersama wanita menambah jurnalku. Melanjutkan dari 13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #2, yakni:

Cerewet
Cerewet sepertinya memang talenta bawaan lahir bagi wanita, tapi untuk alasan tertentu, cerewet adalah hal yang dibenci oleh pria, apalagi saat mendaki. Mendaki yang harusnya mendapatkan ketenangan jadi sirna karena obrolan para pendaki wanita.

Continue reading “13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #3”

13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #2

sebuah jurnal – Sebelumnya permasalahan soal make up dari 13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #2, selanjutnya manja, haha!

Manja di waktu yang tidak tepat
Mendaki memang kegiatan yang membutuhkan kekuatan fisik yang sangat besar. Banyak orang merasa lelah saat mendaki. Dalam keadaan lelah, semangat membara harus tetap terjaga agar bisa sampai puncak. Namun, kadang para wanita kadang malah berubah manja dan minta diperhatikan. Sesekali manja mungkin masih oke bagi pendaki pria, tapi jika berlebihan kadang pria pendaki akan sebal sendiri (meski mereka memendamnya dalam hati).

Continue reading “13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #2”

13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #1

sebuah jurnal – Dari pengalaman-pengalaman selama pendakian banyak hal-hal yang menyenangkan, akan tetapi selalu saja ada pengalaman tidak menyenangkan yang bakal menghambat, bahkan mengganggu proses perjalananan menuju tujuan.

Rupanya diam-diam pendaki pria tidak menyukai hal-hal ini dari para pendaki wanita. Apa saja itu ya? Yuk kita simak pengalaman dari teman-teman pendaki pria.

Continue reading “13 Hal Tak Disukai Pendaki Pria dari Pendaki Wanita #1”

Menyeberang Sungai dengan Aman Ketika Mendaki Gunung #2

sebuah jurnal – Melanjutkan dari pengalaman dari Menyeberang Sungai dengan Aman Ketika Mendaki Gunung #1, bagaimana jika salah satu dalam rombongan kita terseret arus? Apa yang harus kita lakukan? Nah berikut saya akan memberikan lagi tipsnya, cekidot…

Continue reading “Menyeberang Sungai dengan Aman Ketika Mendaki Gunung #2”

Menyeberang Sungai dengan Aman Ketika Mendaki Gunung #1

sebuah jurnal – Perjalanan selama pendakian gunung, terkadang rute yang kita lalui menemui sungai atau rawa yang harus diseberangi. Di sini saya akan membagikan beberapa tips dari pengalaman saya saat penyeberangan sungai supaya aman dan selamat.

Proses mendaki itu bukan hanya tentang foto mengagumkan berlatar alam, tapi juga tentang skill ketika menghadapi rintangan di jalur selama pendakian.”

Continue reading “Menyeberang Sungai dengan Aman Ketika Mendaki Gunung #1”

Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #3

sebuah jurnal – Berlanjut dari Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #2, selain banyak kasus orang yang tersesat, dikarenakan kurangnya pengetahuan topografi daerah Merapi, medannya juga berbatu.

Jalur berbatu dan berdebu

Pendakian yang unik memang dirasakan sejumlah pendaki. Pada umumnya mereka merasakan jalur yang cukup berat, karena ada medan berbatu dan berdebu. Seperti yang dilakukan pendaki asal Karanganyar, Jawa Tengah, Luckman Aziz (25). Baginya mendaki Gunung Merapi memiliki kesulitan tersendiri. Jalan berpasir dan berbatu serta debu menjadi hal yang menantang. “Setelah Merapi meletus pada 2010, trek pendakian berbatu dan berpasir. Trek ini menguras tenaga pastinya. Namun, terbayar setelah sampai puncak. Hal itu membuat para pendaki ingin kembali ke Merapi,” ucapnya.

Continue reading “Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #3”

Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #2

sebuah jurnal – Berlanjut dari Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #1, prosedur pendakian dan persiapan sudah dicek semua.

Ongkos dan larangan saat mendaki Gunung Merapi

Tips mendaki Gunung Merapi melalui pintu Selo maupun Sapuangin haruslah rombongan. Pendaki perorangan harus bergabung dengan kelompok pendaki lain. Apabila pendaki dalam jumlah banyak harus didampingi petugas penca­rian dan penyelamatan (search and res­cue/SAR). Apabila diperlukan, mereka disa­rankan menyewa guide maupun porter untuk membawa perlengkapan pendaki.

Continue reading “Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #2”

Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #1

sebuah jurnal – Gunung Merapi, salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di utara Yogyakarta mempertontonkan kegagahannya seolah  menantang untuk dihampiri oleh pendaki.

Menurut Balai Pengembangan Dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sampai saat ini status Gunung Merapi masih waspada karena berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental bahwa aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih cukup tinggi.

Continue reading “Mendaki Gunung Merapi, Kenali Fakta Uniknya #1”