Tahun Lalu di Malaysia

sebuah jurnal – Setahun lalu, pada bulan Desember merupakan kenangan yang mengesankan bersaman teman baikku di Malaysia. Yah, kami menghabiskan liburan akhir tahun dengan memiih destinasi wisata yang ada di negara tetangga yang paling dekat dengan Indonesia.

Setibanya di KLIA hal menarik yang kami jumpai adalah  menuju imigrasi naik sky train. Tersesat kali pertama kami rasakan  saat keluar dari KLIA mencari  terminal bus. Kesalahan dalam mengartikan arah petunjuk menjadi kesulitan kami menemukan terminal bus,  kami mengira masih  satu tempat ternyata ada di sebelah  KLIA. Kami ingat betul tiket 10 RM dengan perjalanan 1 jam ke hotel.

Hotel yang kami pilih adalah  My Hotel yang dekat dengan KL Centre. KL Centre merupakn perpaduan mall, pusat transportasi kereta dan bus. Perpaduan ini memudahkan  untuk memilih moda transportasi.  Hotel ini terletak di pemukiman India, jadi mudah mencari makanan ala India yang tidak jauh beda dengan selera Indonesia , dan akhirnya inilah yang menjadi makanan kami selama di sana, walau hanya nasi kari.

(Baca juga: Manusia dan Alam (Gunung Kerinci, Jambi))

Penemuan hotel ini diwarnai dengan namanya tersesat, kebingungan mencari jalan ke arah hotel dari  KL Centre. Tersesatnya kami memberikan sesuatu yang mengesankan bagi kami, pertolongan datang dari seorang laki-laki yang sedang bersama istrinya yang mengandung dengan sukarela  mengantar kami ke arah yang benar.

Tanpa pertolongan  ini mungkin kami masih berputar-putar tak tentu arah. Sungguh, kebaikan hati  kepada kami yang notabene orang asing  akan kami kenang  dan kami hanya  berdoa Tuhan membalas kebaikan hati laki-laki ini dan istrinya yang merelakan suaminya menolong tanpa pamrih.

Kami tiba di hotel sudah sore, menurut itinerary kami harusnya ke KLCC melihat Petronas malam hari, akan tetapi  kelelahan melanda kami dan sepakat hanya untuk tidur. Hotel yang  nyaman, dan guyuran air hangat saat mandi memberikan kami tidur pulas sampai pagi.

Esok pagi, kami mulai bangun dan berniat menyelesaikan semua  itinerary sehari penuh. Pertama kami ke KLCC dan Petronas setelah sarapan nasi kari. Turun dari kereta jalan kaki masuk mall KLCC  dan melihat Petronas. Petronas hanya menumpang foto dilanjutkan ke   Batu Caves. Batu Caves terletak di Selangor dengan  patung Mudugan yang menjadi ciri khas tempat ini.

Tangga naik bercat warna warni ada di belakang patung dan kami hanya melihat dan lebih menikmati pemandangan lalu lalang orang yang naik turun sambil melihat juga gerombolan merpati yang terbang rendah berkelompok di depan patung. Usai kami puas dengan pemandangan alam maka Central Market menjadi tujuan berikutnya dan mulailah kami lapar mata membeli oleh oleh. Oleh-oleh makanan, baju sampai tas kami beli.

Souvenir tas  kami beli dari pedagang ternyata orang Indonesia (Jawa Timur) yang sudah 25 tahun di Malaysia, menikah dengan orang Malaysia dan berdagang souvenir. Perburuan  nastar Malaysia memaksa kami Kembali KLCC mall dan ternyata juga tidak ada. Petualangan menaiki bis gratis kami rasakan saat Kembali ke KLCC dengan melintasi  Bukit Bintang. Bukit Bintang adalah  Orchid Roadnya Malaysia . Kami melihat deretan toko-toko yang menjual barang  bermerk kelas dunia.  Setelah  hasil nihil, kami melanjutkan ke Petaling Street,hanya  sayang  renovasi tengah dilakukan di Petaling Street  jadi kami tidak bisa sepenuhnya menikmati Petaling Street.

Kami  sempat menikmati  durian musang king di salah satu kios  dan kios-kios  berikutnya untuk  memburu oleh oleh. Itinerary terakhir adalah Lapangan Merdeka. Lapangan Merdeka sedang direnovasi jadi kami focks ke Museum National. Museum National menyajikan  sejarah Malaysia dari awal pembentukan sampai sekarang.

Kami mengalami pula sesat yang ketiga kalinya  mencari bus Kembali ke KL Centre. Kami berjalan cukup jauh dari Lapangan merdeka untuk mendapatkan bus. Capek dan emosi sempat kami rasakan, tetapi kami sadari itu dinamika petualangan bersama, jadi akhirnya kami luluh dengan sendirinya.

Pagi berikutnya, dengan sisa rasa lelah, kami kembali ke Indonesia dengan menikmati kereta jalur cepat ke bandara KLIA,  yang dapat memperpendek jarak tempuh, apabila dengan bus 1 jam, kereta cepat hanya 28 menit.  Petualangan kami berakhir dengan rasa campur aduk, bahagia iya, lelah iya, keinginan untuk petualangan lagi iya.

Merencanakan ke Australia untuk liburan selanjutnya, tapi masih belum ada kepastian. Nantilah, Ah… Ya, masih banyak rencana cadangan juga.